Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 17 Maret 2023

3 Macam Jenis Ibadah

والحاصل أن العبادة على ثلاثة أقسام إما أن تكون بدنية محضة فيمتنع التوكيل فيها إلا ركعتي الطواف تبعا
وإما أن تكون مالية محضة فيجوز التوكيل فيها مطلقا وإما أن تكون مالية غير محضة كنسك فيجوز التوكيل فيها بالشرط المار

KESIMPULAN :
Ibadah terbagi atas tiga macam :
1.Adakalanya ibadah tersebut bersifat BADANIYAH MAHDHOH (murni dilakukan oleh badan, seperti sholat, puasa dll.) maka tidak diperkenankan diwakilkan pada orang lain kecuali dua rokaat thowaf karena itba’
2.Adakalanya bersifat MALIYAH MAHDHOH (murni berbentuk harta seperti shodaqoh, zakat dll.) maka boleh diwakilkan secara muthlak

3.Adakalanya bersifat MALIYAH GHOIRU MAHDHOH (berbentuk harta yang tidak murni, masih menggunakan badan dalam realisasinya seperti haji) maka boleh juga diwakilkan bila memenuhi sarat-sarat yang telah lewat.

I’aanah at-Thoolibiin III/87

Selasa, 14 Maret 2023

Derajat Ikhlas

Ikhlas adalah

فأعلى مراتب الاخلاص تصفية العمل عن ملاحظة الخلق بأن لا يريد بعبادته الا امتثال أمر الله والقيام بحق العبودية دون اقبال الناس عليه بالمحبة والثناء والمال ونحو ذلك

 Artinya: “Tingkatan ikhlas yang paling tinggi adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk (manusia) di mana tidak ada yang diinginkan dengan ibadahnya selain menuruti perintah Allah dan melakukan hak penghambaan, bukan mencari perhatian manusia berupa kecintaan, pujian, harta dan sebagainya.” Pada tingkatan ini orang yang melakukan amalan atau ibadah tidak memiliki tujuan apapun selain hanya karena menuruti perintah Allah semata. 

Ia menyadari bahwa dirinya adalah hamba atau budaknya Allah sedangkan Allah adalah tuannya. Maka baginya sudah selayaknya seorang hamba taat dan patuh serta menuruti apapun yang diperintahkan oleh tuannya tanpa berharap mendapatkan imbalan apapun. Orang yang beramal dengan keikhlasan tingkat ini sama sekali tak terpikir olehnya balasan atas amalnya itu. 

Pun ia tak peduli apakah kelak di akhirat Allah akan memasukkannya ke dalam surga atau neraka. Ia hanya berharap ridlo Tuhannya.  Adapun tingkatan ikhlas yang kedua Syekh Nawawi 
menuturkan lebih lanjut:

 والمرتبة الثانية أن يعمل لله ليعطيه الحظوظ الأخروية كالبعاد عن النار وادخاله الجنة وتنعيمه بأنواع ملاذها 

Artinya: “Tingkat keikhlasan yang kedua adalah melakukan perbuatan karena Allah agar diberi bagian-bagian akhirat seperti dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga dan menikmati berbagai macam kelezatannya.” 

Pada tingkatan kedua ini orang yang beramal melakukan amalannya karena Allah namun di balik itu ia memiliki keinginan agar dengan ibadahnya kelak di akherat ia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Ia beribadah dengan harapan kelak di hari kiamat terselamatkan dari berbagai keadaannya yang mengerikan, terlindungi dari panas yang menyengat, dimudahkan hisabnya, hingga pada akhirnya ia tidak dimasukkan ke dalam api neraka tapi sebaliknya Allah berkenan memasukkannya ke dalam surga sehingga ia dapat menikmati berbagai fasilitas yang tiada duanya. Beribadah dengan niat dan motivasi seperti ini masih dikategorikan sebagai ikhlas, hanya saja bukan ikhlas yang sesungguh-sungguhnya ikhlas. Keikhlasan seperti ini ada pada tingkatan kedua di bawah tingkat keikhlasan pertama. Ini diperbolehkan mengingat Allah dan Rasulullah sangat sering memotivasi para hamba dan umatnya untuk melakukan amalan tertentu dengan iming-iming pahala yang besar dan kenikmatan yang luar biasa di akhirat kelak. Lebih lanjut Syekh 
Nawawi menuturkan

 والمرتبة الثالثة أن يعمل لله ليعطيه حظا دنيويا كتوسعة الرزق ودفع المؤذيات

  Artinya: “
 ketiga adalah melakukan perbuatan karena Allah agar diberi bagian duniawi seperti kelapangan rizki dan terhindar dari hal-hal 
yang menyakitkan.”

 Tingkat keikhlasan yang ketiga ini adalah tingkat keikhlasan yang paling rendah di mana orang yang beribadah dilakukan karena Allah namun ia memiliki harapan akan mendapatkan imbalan duniawi dengan ibadahnya itu. 

Sebagai contoh orang yang melakukan shalat dluha dengan motivasi akan diluaskan rejekinya, aktif melakukan shalat malam dengan harapan akan mendapatkan kemuliaan di dunia, banyak membaca istighfar agar dimudahkan mendapatkan keturunan dan lain sebagainya.

 Hal yang demikian ini masih tetap dianggap sebagai ikhlas karena agama sendiri menawarkan imbalan-imbalan tersebut ketika memotivasi umat untuk melakukan suatu amalan tertentu. 

_Hanya saja tingkat_ _keikhlasannya adalah tingkat paling rendah._ 

Lalu bagaimana bila seorang yang beribadah atau melakukan suatu amalan dengan motivasi selain tiga hal di atas? Semisal orang beribadah dengan harapan akan dipuji dan dianggap orang lain sebagai orang yang taat, mencari ilmu dengan harapan akan dihormati orang lain sebagai orang yang alim, bersedekah dengan harapan akan mendapatkan suara banyak dalam pemilihan lurah, kepala daerah atau wakil rakyat. 

Masih menurut Syekh Nawawi bahwa yang demikian itu termasuk sikap riya yang tercela, bukan ikhlas. Beliau menegaskan

: وما عدا ذلك رياء مذموم

 Artinya
: “Selain ketiga motivasi di atas adalah riya yang tercela.

كتاب : نصائح العباد شرح على المنبهات على الإستعداد ليوم المعاد
لشهاب الدين أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني
التأليف : العلامة الشيخ محمد نووي الجاوي البنتني ص٥٨

Rabu, 02 November 2022

Mengapa kita harus mempelajari sejarah?


Ada beberapa alasan pentinya kita mempelajari sejarah, di antaranya :

1. Agar kita dapat mengetahui perjalanan hidup dan perjuangan orang2 mulia, sehingga kita dapat meneladani mereka.

Allah berfirman :
 ﴿ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ.. ﴾ [الأنعام: 90.]، 

"Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka." [Al An'am : 90]

Al Imam Abu Hanifah berkata :
 الحكايات عن العلماء ومحاسنهم أحب إلي من كثير من الفقه لأنها آداب القوم"[ الإعلان بالتوبيخ للسخاوي : 33.]
"Hikayat tentang orang-orang alim dan kisah kebaikannya itu lebib aku sukai daripada Fiqih, karena hal itu adalah adab orang-orang mulia" [al I'lan Bit Taubikh karya as Sakhawi, hal : 33]

2. Agar kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) dari orang-orang terdahulu.

Allah berfirman :
 لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأُولِي الأَلْبَابِ  [يوسف: 111]، 

"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal". [Yusuf : 111]

Seorang penyair mengatakan :

اقرؤوا التاريخ إذ فيه العبر *** ضل قوم ليس يدرون الخبر

"Bacalah sejarah, karena di dalamnya ada pelajaran. Tersesatlah suatu kaum yang tidak mengetahui kabar (sejarah)".

Senin, 11 Juli 2022

Ijazah Rezeki Dengan Surat Al Falaq.

Mbah KH. Dalhar Muntilan Watu Congol (salah satu Waliyullah yang, bahkan mungkin satu-satunya, diakui oleh Gus Mik sebagai guru beliau) dalam kitabnya, Tanwiirul Ma'aali menyampaikan sebuah faedah yang menyatakan, barang siapa membaca surat Al Falaq 7x menjelang Maghrib, dengan catatan rutin dan Istiqomah setiap hari, maka akan dijaga oleh Allah SWT tidak akan pernah sepi rezeki.

Ingat, waktunya menjelang maghrib. Berarti belum maghrib ya. Masih menjelang magrib. Perhatikan waktunya sesuai ijazah.

Bisa juga dibaca di luar waktu tersebut 70x dengan waktu yang bebas sepanjang hari.

Silahkan yang mau mengamalkan. Semoga bermanfaat dan barokah. Apalagi ini ayat Alqur'an yang sudah sangat jelas memang dianjurkan untuk dibaca semua umat Islam. Niatkan yang ikhlas lillahi ta'ala. Semoga berlimpah rezeki yang halalan thoyyiban mubarokan disertai dengan ridho Allah SWT. Amin.

Jangan lupa, Alfatihah kepada Mbah KH. Dalhar Watu Congol, Rahimahullah fatihah.. 

Salam silaturahmi dan hormat takdzim..
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Alfaqiir Muhammad Itsna Hambali

Rabu, 09 Maret 2022

4 Waktu yang harus dimiliki

إن العاقل الحكيم لا يخلو من أربعة ساعات. ساعةيناجى فيها ربه. وساعة يحاسب فيها نفسه. وساعةيمشى فيها الى اخوانه الذين يخبرون بعيوبه. وساعة فيها يخلى بين نفسه وبين لذاتها الحلال. 
4 waktu yang harus dimiliki Aqil. 
1.Waktu untuk bermunajat kepada Tuhanya
2. Waktu untuk evaluasi dirinya
3.Waktu untuk berkunjung kepada sahabatnya
4. Waktu untuk membebaskan dirinya dengan yang halal
نصائح العباد ٢٩

Kamis, 24 Februari 2022

PASANGAN MAKRUH

*PASANGAN MAKRUH*

Saat walimatul 'arsy putra pengasuh PP Mambaul Maarif Denanyar Jombang, *Gus Umar bin KH Zainal Arifin Abu Bakar* dengan *Muzadlifah Nur binti KH M Slamet* Jakarta di Denanyar, Sabtu (17/2/2018), KH Saerozi Lamongan menjelaskan tentang *pasangan yang makruh*.

_"Lelaki juwelek menikah dengan perempuan cuwantik itu makruh,"_ ucapnya, disambut ger-geran ribuan tamu yang hadir termasuk Rois Syuriyah MWCNU Jombang Kota
 
_"Karena mengganggu ketenangan lingkungan,"_ tambahnya, kembali disambut ger-geran.

Ketika si istri memperkenalkan sang suami, bisa jadi dia dituduh telah diguna-guna.
_"Nemu nok endi   Nduk arek lanang koyok ngunu,??"_ ucapnya, lagi-lagi disambut tawa hadirin.
_"Malah bisa menimbulkan fitnah. Banyak yang mendoakan agar si suami segera mati. Akeh sing arep-arep rondone,"_ sambungnya.

Inginkan menikah dengan cewek secantik apapun, menurut Kiai Saerozi adalah hak kita. Sah-sah saja. Demikian pula perempuan ingin menikah dengan cowok seperti apapun juga haknya. Sah-sah saja. _"Tapi mbok yo bercermin. Modalku iki koyok opo. Biar tidak menyusahkan yang ngelamarno, karena bolak-balik ditolak,"_ jelasnya lagi.

Dalam acara yang dihadiri mantan Wakil Gubernur Jatim - Gus Ipul -  tersebut, Kiai Saerozi juga berpesan agar ibu-ibu tidak gampang menyampaikan segala yang terlintas dibenaknya kepada suami. Lihat rumah bagus, ngomong ke suami. Lihat kursi bagus, ngomong ke suami. Walaupun istri maunya ngomong saja, itu sudah membebani pikiran suami. _"Sebab perempuan itu bawaannya ngomong, laki-laki bawaannya mikir. Semakin banyak wanita ngomong, semakin banyak pula suami mikir. Kalau suami banyak mikir, ususnya jadi kaku. Akhirnya banyak suami yang mati duluan,"_ tuturnya. 

Sebanyak 85 persen penyakit, kata Kiai Saerozi, disebabkan oleh beban pikiran. 
_"Tidak ada penyakit yang disebabkan oleh omongan. Itulah sebabnya orang sakit jiwa badannya sehat-sehat. Sakit flu dan pilek saja tidak pernah, karena tidak pernah mikir,"_ paparnya disambut tawa hadirin. 

Diminta atau tidak, kata Kiai Saerozi, suami cari uang itu pasti untuk istri. Hanya saja suami tidak berani ngomong akan belikan ini,  akan belikan itu. _"Sebab kalau suami ngomong duluan, istri nagihnya ngalah-ngalahi bank. Dan istri selalu ingat, tak pernah lupa omongan suami,"_  ucapnya disambut ger-geran ribuan tamu yang hadir. 

Selanjutnya Kiai Saerozi menjelaskan empat maqolah. _"Saya datang hanya menangi dua yang terakhir. Orang mencari kenikmatan pada kemewahan, padahal adanya kenikmatan itu pada kesehatan. Semewah apapun, kalau tidak sehat, pasti rasanya tidak nikmat. Sebaliknya, sesederhana apapun jika sehat, pasti nikmat."_

Orang mencari rezeki  di bumi, padahal adanya rezeki itu aslinya di langit. Rezeki itu pemberian Allah, bukan hasil jerih payah kita. _"Hanya saja Allah memberikannya bersamaan usaha kita. Makanya Rosulullah SAW bersabda, harrik yadak, unzil alaika rizqo, (gerakkan tanganmu niscaya Allah pasti menurunkan rezeki kepadamu),"_ jelasnya.

*_"Nyambut gawe yang paling baik itu apa? Yang sesuai hatimu.! Istafti qolbak. (Tanya hatimu). Jadikan kerjamu adalah hiburanmu,"-* pesannya.

Kerja apapun, jika hati kita senang, hasilnya pasti bagus. _"Ngulang kok seneng, anak rame seperti apapun tidak ngersulo. Alhamdulillah aku teko arek-arek rame. Kalau tidak senang ngulang, anak rame bisa ditutuki,"_ urainya. 

Senang itu tanda bersyukur. Jika hati kita senang dalam melakukan apapun, Allah yang akan membangun, menyempurnakan dan memberikan hasil terbaik. _"Guru ngulang kok atine suweneng, muridnya pasti pinter-pinter,"_ bebernya. 

Inilah sebabnya, murid selalu dianjurkan untuk menyenangkan hati guru. Jangan sampai menyakiti hati guru. KH Djamaludin Ahmad sering menyampaikan dawuh. Kata beliau, dawuh ini juga sering disampaikan KH Mahrus Ali Lirboyo. Intinya, murid yang menyakiti guru akan diuji tiga hal.
*Pertama*, hilang ilmunya.
*Kedua*, lidahnya ketul tidak bisa menyampaikan ilmu.
*Ketiga*, jadi orang fakir miskin sebelum wafat
   
Semoga Allah menjadikan kita semua orang-orang yang menyenangkan bagi semua makhluk Allah

Selasa, 01 Februari 2022

Bukti Keluasan Rahmat Alloh SWT

Niat Seperti Apa yang Diganjar Pahala atau Dosa?

1. Jika seseorang hamma (mengatakan dalam hatinya apakah saya melakukan hal ini ataukah tidak, tapi sisi keinginan utk melakukannya lebih kuat) terhadap kebaikan, maka telah dicatat satu pahala meskipun ia belum melakukannya.
2. Jika ia telah jazama/'azama (tekad bulat), maka pahalanya lebih besar meskipun ia tidak jadi melakukannya.
3. Jika ia melakukan kebaikan itu, maka dicatat baginya sepuluh kali lipat pahala hingga 700 kali lipat.
4. Jika ia hamma terhadap keburukan, maka tidak dicatat dosa. 
5. Jika ia melakukan keburukan, maka dicatat satu dosa.
6. Jika ia jazama/'azama terhadap keburukan walaupun belum melakukannya, maka dicatat dosa tapi lebih kecil dibandingkan jika ia melakukannya.

Sebagian ulama yang lain berpendapat:
Tidak ada bedanya antara Hamma dan jazama/'azama terhadap keburukan. Jadi jika seseorang telah bertekad bulat melakukan keburukan, maka tidak dicatat dosa selama belum benar-benar dilakukan. 

Selengkapnya...
⬇️⬇️⬇️
https://youtu.be/DdorsChQBrk

Sabtu, 29 Januari 2022

FILOSOFI KOPI

FALSAFAH JAWA
NGOPI iku tegese *(NGOLAH PIKIRAN). 
Mulo kopi iku rasane pait. 
Nanging sa pait-paite kopi...isih iso digawe legi. 
[Ngopi itu Mengolah pikiran. oleh karena itulah kopi rasanya pahit. Sepahit-pahitnya kopi masih bisa dibuat manis].
LEGI(Legowo Ning Ati) /Berlapang Dada Hatinya. 
Carane Kudu Ditambahi Gulo(Caranya harus ditambahi gula) . 
GULO*(GULANGANE ROSO) /Mengelola perasaan baik.
Sing asale soko tebu(yang asalnya dari TEBU). 
TEBU*(ANTEB NING KALBU) /Mantab Hatinya, Banjur Diwadahi Cangkir(Kemudian dituangkan kecangkir). 
CANGKIR (NYANCANGNE PIKIR) Menguatkan pikiran , terus disiram wedang(terus disiram air panas) . 
WEDANG (WEJANGAN SING MARAHI PADANG) /NASIHAT  YANG MENENTRAMKAN HATI. 
Ojo lali di UDEG ( Jangan lupa diaduk). 
UDHEG (USAHANE OJO NGANTI MANDEG). /Usaha jangan sampai berhenti.
Anggone ngudheg nganggo sendok(kalau mengaduk pakai sendok). 
SENDOK*(SENDHEKNO MARANG SING DUWE KAUTAMAN) /Pasrahkan marang sang kuasa, 
Dienteni ben rodo adem(Ditunggu biar agak dingin). 
ADEM (ATI DIGOWO LEREN) /Hati jadi tenang, 
Bar kui diumbe seruput(Setelah itu diseruput /diminum pelan2). 
SERUPUT*(SEDOYO RUBEDO BAKAL LUPUT) /Semua Godaan akan terhindar. 
MENIKO FALSAFAHIPUN KOPI.

Rabu, 26 Januari 2022

Tiga Golongan Pembaca Al Qur'an:

Tiga Golongan Pembaca Al Qur'an:

Imam Hasan Al Basri berkata: 

قرَّاء القرآن ثلاثة نفر: قوم اتخذوه بضاعةً؛ يطلبون به ما عند الناس.
وقوم أجادوا حروفه، وضيعوا حدوده؛ استدَرُّوا به أموال الولاة، واستطالوا به على الناس، وقد كثر هذا الجنس من حملة القرآن، فلا كثَّرَ الله جمعَهم ولا أبعد غيرَهم. 
وقوم قرؤوا القرآن، فتدبروا آياته، وتداوَوْا بدوائه، واستش:فوا بشفائه، ووضعوه على الداء من قلوبهم، فهم الذين يُستسقَى بهم الغيث، وتُسدَى من أجلهم النعم، وتُستدفَع بدعائهم النقم، أولئك حزب الله، ألاَ إن حزب الله هم الغالبون.

Pembaca Al Qur'an ada tiga golongan: 
Pertama: Kaum yang menjadikannya komoditas untuk mencari  keuntungan di sisi manusia. 

Kedua: Kaum yang menguasai huruf-hurufnya, menyia-nyiakan aturan-aturannya, menggunakannya untuk mengais harta para penguasa, dan mendholimi manusia, yang seperti ini banyak di kalangan penghafal Al Qur'an, semoga Allah tidak memperbanyak jumlahnya, dan menjauhkan yang lainnya. 

Ketiga: Kaum yang membaca Al Qur'an, merenungkan ayat-ayat nya, berobat dengan obatnya, mencari kesembuhan dengan penyembuhnya, menggunakannya sebagai obat untuk hati mereka, sebab merekalah  pertolongan dilimpahkan, demi merekalah nikmat digelontorkan, dan berkat doa merekalah bencana dihindarkan, merekalah golongan Allah, sesungguhnya golongan Allahlah yang beruntung. 

-------
Kitab Adaabul Hasan Al Basri wa Zuhduhu wa Mawaaidhuhu, 95.

Rabu, 24 Februari 2021

Nasihat ABUYA AS-SAYYID MUHAMMAD IBN AL-ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI

• ABUYA AS-SAYYID MUHAMMAD IBN AL-ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI •

 ينبغى لطالب العلم من أوراد تحرسه من الغواية والضلالة
🍂Seharusnya seorang santri mempunyai bacaan wirid untuk menjaga dirinya dari kesesatan.

 السمع والتواضع مع قلة العلم خير من المكر والكبر مع كثرة العلم
🍂Sikap patuh dan rendah hati yang dibarengi kurangnya ilmu itu lebih baik daripada sifat licik dan sombong yang dibarengi banyaknya ilmu.

 لا يجتمع العلم مع اللعب
🍂Ilmu tidak akan berkumpul dengan permainan.

 العلم قد يستدرك، ولا تستدرك الخدمة
🍂Ilmu masih bisa dicari tetapi tidak demikian halnya dengan khidmat (pengabdian).

 الزهد ليس فى الملبس ولا الهيئة، وإنما ههنا (أى القلب)
🍂Sifat zuhud bukan terletak pada pakaian dan penampilan, tetapi terletak di sini (yakni hati).

 شرعنا يتقبل العقل، ولكن لا يحكمه العقل
🍂Syariat kita (agama Islam) menerima peran akal, akan tetapi tidak bisa diatur oleh akal.

 الجاهل من لم ينتفع من بركة المناسبات
🍂Orang bodoh adalah orang yang tidak bisa mengambil manfaat dari berkahnya momen yang baik.

 اجعل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم بينك وبين مناجاتك لربك
🍂Jadikanlah shalawat kepada Rasulullah senantiasa berada di antara kamu dan munajatmu.

 عليكم بملازمة العلم والدعوة واتباع منهج السلف الصالح
🍂Wajib bagi kalian untuk senantiasa menyebarkan ilmu dan berdakwah serta mengikut ajaran (salaf) pendahulu kita.

 قليل مع التثبت خير من كثير مع التهور
🍂Sedikit tapi mantap itu lebih baik daripada banyak tapi ngawur.

 لا يكفى للعالم علمه وحده ما لم تصحبه الحكمة
🍂Seorang yang alim tidak cukup dengan ilmunya semata, selagi belum dibarengi dengan sifat bijaksana.

 طالب العلم يكون أبعد الناس عن المعاصى والفواحش
🍂Seharusnya seorang santri adalah manusia yang paling jauh dari kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan keji.
----------------
Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wasallim.
---------------------------------
---------------------------------------
***  HABIB MUNZIR AL MUSAWA ***
.

ALKOHOL TIDAK NAJIS

ALKOHOL TIDAK NAJIS
Oleh : Abdul Wahab Ahmad

Sebenarnya saya berulang kali menyinggung ini di beberapa tulisan sebelumnya. Tetapi karena terus banyak yang mengkonfirmasi berulang-ulang, maka sebaiknya saya bikinkan tulisan yang secara khusus membahas soal ini saja.

Sebelum membahas alkohol, perlu diketahui terlebih dahulu dua poin penting soal najis, yakni:

1. Najis tidaknya suatu barang ditentukan langsung oleh syariat tanpa adanya illat (alasan) yang diketahui. Dengan kata lain, perkara najis adalah ta'abbudi (dibuat sebagai uji ketaatan alias ibadah). Siapa patuh maka dapat pahala, siapa tidak patuh maka dosa. Inilah poin utama soal najis. 

Darah yang keluar dari tubuh, kotoran manusia/hewan baik dalam bentuk feses atau kencing, nanah, hewan yang mati tanpa disembelih sesuai aturan syariat (kecuali ikan dan belalang), muntah, wadi, madzi, anjing, babi, susu binatang yang haram dimakan, organ tubuh hewan yang terpotong saat hidup dan khamer adalah barang-barang yang diberi status najis oleh syariat.

2. Karena sifatnya ta'abbudi, barang najis sudah ditentukan oleh syariat, tidak bisa ditambah dan tidak bisa pula dikurangi. Dengan kata lain, tidak berlaku kias untuk penentuan barang najis. Memang, kadang di sebagian kitab fikih ada istilah kiyas dalam bab najis, misalnya ungkapan bahwa setiap cairan memabukkan dikiaskan pada minuman anggur (wine), namun ungkapan semacam ini sebenarnya bukan kias tetapi memang hal yang masuk dalam kategori. 

Dari dua poin di atas, dapat diketahui bahwa alkohol sama sekali tidak pernah disebutkan sebagai barang najis oleh syariat (al-Qur'an atau hadis). Karenanya, ia tidak bisa serta merta dianggap najis atau dikiaskan dengan barang najis. Siapa yang mengklaim mempunyai dalil (al-Qur'an dan hadis) bahwa alkohol najis, maka silakan keluarkan tetapi tidak mungkin bisa sebab istilah alkohol baru ada belakangan. 

Masalah utama dari anggapan banyak orang bahwa alkohol adalah najis berasal dari dikiaskannya alkohol  pada khamer. Ini jelas tidak tepat. Alkohol adalah suatu hal dan khamer adalah hal lain yang sangat berbeda. Memang benar bahwa khamer mengandung alkohol dan bahwasanya ia disebut sebagai minuman beralkohol, tapi yang najis adalah khamernya, bukan alkoholnya. Karena itu, agar tidak rancu maka sebut saja "khamer", "minuman keras" atau "minuman memabukkan" jangan memakai istilah alkohol. 

Sebagai sebuah unsur kimia, alkohol sama seperti unsur kimia lainnya yang hukumnya suci. Ia ada dalam berbagai hal yang dikonsumsi dan digunakan manusia berabad-abad. Dalam buah anggur, durian, apel nangka bahkan pepaya ada alkoholnya. Demikian juga dalam tape juga banyak sekali kandungan alkoholnya. Bila alkohol najis, maka pasti najislah semua makanan tersebut tetapi tidak ada yang mampu menyimpulkan demikian.

Masalahnya juga bukan pada sedikit atau banyaknya kandungan alkohol pada makanan-makanan ini, tetapi pada istilahnya yang memang bukan khamer. Apabila dari berbagai bahan beralkohol tersebut kemudian diproses menjadi khamer, maka barulah ia menjadi najis. Status najisnya karena ia masuk kategori khamer, bukan karena ia mengandung alkohol. Andai buah apel diberi setetes kencing, maka najislah buah tersebut. Sama seperti itu juga bila buah apel diberi setetes khamer juga najis tetapi bukan karena kandungan alkoholnya yang sejatinya sudah ada dalam buah tersebut.

Dengan demikian segala produk yang mengandung alkohol juga suci sebab ia tidak disebut sebagai khamer. Parfum, cologne, kosmetik, hand sanitizer dan sangat banyak produk lainnya adalah barang-barang suci selama ia dicampur dengan alkohol murni. Tetapi apabila ia dicampur dengan khamer, maka ia menjadi barang najis.

Demikian pula alkohol murni yang lumrahnya digunakan sebagai antiseptik atau disinfectan yang tersedia di apotik dengan berbagai prosentase itu, cairan tersebut suci sesuci sucinya meskipun tidak bisa digunakan untuk berwudhu. Bagaimana kalau alkohol murni itu diminum? Tentu haram karena akan membuat keracunan, sama seperti meminum bensin atau minyak gas, namun tidak najis. Bagaimana kalau ia dicampur bahan lain sehingga menjadi minuman memabukkan? Nah, ini baru najis sebab statusnya sudah menjadi khamer.

Bila anda masih susah menerima penjelasan ini karena terlanjur menyamakan antara alkohol dan khamer, maka anda ingat saja cairan yang ada di kulit yang luka, gatal atau melepuh. Cairan tersebut bila masih bening dan tidak berbau, maka hukumnya suci. Namun bila sudah berbau atau berubah warna, maka najis. Padahal sebenarnya sama saja antara keduanya hanya saja yang berbau dan berubah warna adalah cairan bening yang sudah berubah nama menjadi nanah. Sewaktu belum menjadi nanah ia suci, saat menjadi nanah ia najis. Demikian juga alkohol, sebelum menjadi khamer ia suci, saat menjadi khamer ia najis. 

Semoga bermanfaat.

Selasa, 18 Agustus 2020

Kiat utama untuk menghafal Al Qur’an

Kiat utama untuk menghafal Al Qur’an sebagaimana ketika Imam Malik ditanya,
كيف نحفظ؟
“Bagaimana kita bisa menghafal Al Qur’an?”
بالتكرار
“Banyak mengulang-ngulang”, jawab beliau.
Imam Ahmad ditanya,
ما أسرع الوسيلة للحفظ
“Bagaimana cara yang paling cepat untuk menghafalkan Al Qur’an?”
الزام الحسنات و دع السيئات
Imam Ahmad menjawab, “Kiat paling cepat untuk menghafal Al Qur’an adalah rajin lakukan amalan baik dan tinggalkan maksiat.”
Ibnu Mas’ud berkata,
الحفظ علي قدر النية
“Menghafal itu tergantung kesungguhan niat seseorang.”
Ada empat kiat sederhana agar mudah menghafal Al Qur’an dari pelajaran di atas:
Bulatkan niat untuk menjadi penghafal Al Qur’an dan ikhlaskan niat hanya karena Allah.
Banyak mengulang
Gemar beramal dan tinggalkan maksiat
Kuasai tafsir setiap ayat yang telah dihafal,belajar dari mbah zah,beliau hafal al qur'an dan mengamalkan apa yg ada dalam al qur'an...
📷 Simbah Nyai Hj.Azizah Ma'shoem

Sabtu, 18 Juli 2020

SYAIR ALA LA DAN TERJEMAHANNYA

Terjemah syi'ir Alaa Laa Tanaalul Ilma dalam bahasa Jawa dan Indonesia

o
SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU

اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO
BAKAL TAK CERITAAKE KUMPULE KANTI PERTELO

ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

RUPANE LIMPAT LOBO SOBAR ONO SANGUNE
LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE

Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya.
۝

MENCARI TEMAN

عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ

JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE
KERONO SAKTEMENE KANCA MANUT KANG NGANCANI

فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَــــــــــــدِيْ

YEN ONO KONCO OLO LAKONE NDANG DOHONO
YEN ONO KONCO BAGUS ENGGAL NDANG KANCANONO

Janganlah engkau bertanya tentang kepribadian orang lain, lihat saja temannya (pergaulannya), karena seseorang akan mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya, bila temannya (pergaulannya) tidak baik maka jauhilah dia secepatnya, dan bila temannya (pergaulannya) baik maka temanilah dia, dengan kamu akan mendapatkan petunjuk.
۝

KEUTAMAAN ILMU

تَعَــــــلَّمْ فَاِنَّ اْلعِلْمَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ ۞ وَفَضْلٌ وَعِنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ

NGAJIHO KERONO ILMU MAHESI ING AHLINE
LAN NGUNGGULAKE LAN DADI TONDO TINGKAH PINUJI

Belajarlah, ilmu adalah perhisan indah bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji
۝

METODE CARI ILMU

وَكُنْ مُسْتَفِيْدًا كُلَّ يَوْمٍ زِيـَـــــادَةً ۞ مِنَ الْعِلْمِ وَاسْبحْ فِىْ بُحُوْرِ الْفَوَائِدِ

ONOHO NGALAB FAEDAH SABEN DINO ING TAMBAH
SONGKO ILMU LAN NGELANGI SEGARANE FAEDAH

Mengajilah setiap hari untuk menambah ilmu yang kau miliki, lalu berenanglah dilauatan fa'edah-fa'edahnya
۝

FIQIH DAN KEUTAMAANNYA

تَفَقَّـهْ فَاِنَّ اْلفِقْــــهَ اَفْضَلٌ قَائِـدِ ۞ اِلَى الْبِّرِوَالتَّقْوَى وَاَعْدَلُ قَاصِدِ

NGAJIO FIQIH KERONO NGUNGGULKEE LAN NUDUHKE
MARING BAGUS LAN WEDI ALLAH LUWIH JEJEKE

هُوَاْلعِلْمُ اْلهَادِىْ اِلَى سُنَنِ الْهُـــــدَى ۞ هُوَالْحِصْنُ يُنْجِىْ مِنْ جَمِيْعِ الشَّدَائِدِ

ILMU FIQIH KANG NUDUHAKE DALAN PITUDUH
HIYO BENTENG KANG NYELAMETAKE SEKEHE PEKEWUH

Pelajarilah ilmu fiqih karena ilmu fiqih adalah sebaik-baik penuntun menuju kebaikan dan ketakwaan, dan paling lurusnya sesuatu yang lurus. Ilmu fiqih adalah lambang yang menunjukkan jalan hidayah, dan benteng yang menjaga dari setiap sesuatu yang memberatkan.
۝

KEUTAMAAN AHLI FIQIH DARI AHLI IBADAH

فَـــاِنَّ فَقِيْهًــا وَاحِـــدًامُتَوَرِّعًـــــــــا ۞ اَشَدُّعَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدِ

WONG ALIM FIQIH SIJI TUR KANG NGEDOHI HAROM
LUWIH ABOT TIMBANG 'ABID SEWU MUNGGUH SYAITON

Satu ahli fiqih yang wira'i [ menjauhkan diri dari larangan Allah ta’ala dan menjalankan perintahnya ] lebih ditakuti oleh syetan daripada seribu ahli ibadah [yang tidak ahli fiqih atau ahli fiqih tapi tidak wira'i]
۝

BAHAYANYA ORANG BODOH YANG TEKUN BERIBADAH

فَسَــادٌ كَبِيْرٌ عَــــالِمٌ مُـتَهَتِّــــكٌ ۞ وَ اَكْبَرُ مِنْهُ جَاهِلٌ مُتَنَسِّكُ

GEDENE KERUSAKAN WONG ALIM DAK NGELAKONI
LUWIH GEDE TIMBANG IKU WONG BODO NGELAKONI

هُمَا فِتْنَةٌ فِي الْعَالَمِيْنَ عَظِيْمَةٌ ۞ لِمَنْ بِهِمَا فِيْ دِيْنِــــــهِ يَتَمَسَّكُ

KARONE IKU AGUNG AGUNGE FITNAH DUNYO
TUMRAPE WONGKANG TETANGGEN PERKORO AGAMO

Suatu kerusakan besar adalah orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, namun kerusakan yang lebih besar adalah orang bodoh yang beribadah. Keduanya merupakan fitnah yang besar didalam alam semesta ini, yaitu bagi orang yang berpegang teguh pada agamanya.
۝

BELAJAR HARUS MAU PAYAH

تَمَنَّيْتَ اَنْ تُمْسِىَ فَقِيْهًا مُنَاظِرًا ۞ بِغَيْرِ عِنَــــاءٍ وَالْجُنُـــوْنُ فُـنُوْنُ

SIRO KEPINGIN DADI ALIM FIQIH KANG WICO-
RO TANPO KANGELAN EDAN IKU WERNO-WERNO

وَلَيْسَ اكْتِسَابُ الْمَالِ دُوْنَ مَشَقَّةٍ ۞ تَحَمَّلُـهَــــــــا فَالْعِـــــــلْمُ كَيْفَ يَكُوْنُ

ONOTO GOLEK ARTO ORA KANTI KANGELAN
DENE ILMU KAYA OPO KASIL DAK KANGELAN

Kamu berharap ingin jadi ahli fiqih yang bisa menerapkan hujjah atas setiap permasalahannya, dengan tanpa usaha keras itu namanya gila dan gila itu bermacam-macam. Sementara mencari harta tanpa usaha keras bukanlah tidaklah mungkin, lalu apalagi ilmu ?
۝

JANGANLAH BANYAK BICARA

اِذَا تَــــــمَّ عَقْلُ الْمَرْءِ قَلَّ كَلاَمُهُ ۞ وَاَيْقِنْ بِحُمْقِ الْمَرْءِ اِنْ كَانَ مُكْثِرًا

NALIKO SEMPURNO AKALE KIDIK GUNEME
LAN NYATAKNO KUMPRUNGE WONG YEN AKEH GUNEME

Bila sempurna akal seseorang [cerdas] maka sedikitlah bicaranya, dan yakinlah akan bodohnya orang yang banyak bicara.
۝

BAHAYANYA LISAN

يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِّسَـــــانِهِ ۞ وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

MATINE WONG ANOM SEBAB KEPLESET LISANE
ORA KOK MATINE SEBAB KEPLESET SIKILE

فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْــــهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِـهِ ۞ وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِ

DENE MLESETE LISAN NEKAKKE BALANG ENDAS
DENE MLESETE SIKIL SUWE SUWE BISO WARAS

Pemuda bisa mati sebab tergelincir lisannya (salah bicara), tapi tidak mati karena tergelincir kakinya (jatuh), sebab tergelincirnya mulut bisa melenyapkan kepalanya sementara tergelincirnya kaki sembuh sebentar kemudian
۝

UTAMANYA ORANG YANG BERILMU

أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ ۞ وَأَوْصَــــالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْـــــمُ

WONG DUWE ILMU URIP LANGGENG SAKWUSE MATI
DENE ADON-ADONE BOSOK NING NGISORE BUMI

وَذُوالْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى ۞ يُــظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَـــاءِ وَهُوَ عَدِيْــمُ

WONG BODO MATINE HAALE MELAKU NING DUWURE BUMI
DEN NYONO WONG KANG URIP NANGING PODO WONG MATI

Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi, sementara orang yang bodoh telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, dia menganggap bahwa dirinya hidup padahal sebenarnya dia telah tiada.
۝

KITA HARUS BERJUANG DAN TABAH

لِكُلٍّ اِلَى شَأْوِ الْعُلَى حَرَكَاتُ ۞ وَلَكِنْ عَزِيْزٌ فِى الرِّجَالِ ثُبَاتُ

KABEH WONG MARING DERAJAT LUHUR OBAHE ATI
TAPINE KIDIK PORO ROJUL IKU NETEPI

Bagi setiap orang untuk [ mendapatkan ] derajat yang luhur [harus dengan] perjuangan-perjuangan, tapi sedikit dari mereka yang tabah [dalam perjuangannya]
۝

ADAB BERMASYARAKAT

اِذَا كُنْتَ فِىْ قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَـارَهُمْ ۞ وَلاَ تُصْحَبِ اْلاَرْدَى فَتُرْدَى مَعَ الرَّدِىْ

NALIKO ONO SIRO IKU WOR-WORAN QOUM.
MONGKO NGANCANONO SIRO ING BAGUSE QOUM

Bila kamu bersama orang banyak (bermasyarakat), maka bergaullah dengan orang yang terbaik dari mereka, jangan kamu bergaul orang yang terburuk diantara mereka, karena kamu akan buruk bersama mereka.
۝

MENGAGUNGKAN USTADZ

أُقَـدِّمُ أُسْتَــاذِىْ عَلَى نَفْسِ وَالِدِىْ ۞ وَاِنْ نَالَنِىْ مِنَ وَالِدِى الْفَضْلَ وَالشَّرَفَ

DISIKKE INGSUN ING GURU NGERIKKE ING BOPO
SENAJAN OLEH INGSUN KAMULYAN SONGKO BOPO.

Saya lebih utamakan ustadzku dari pada orang tua kandungku, meskipun aku mendapatkan keutamaan dan kemulyaan dari orang tuaku

فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَــــوْهَرُ ۞ وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَفْ

DENE GURU IKU KANG NGITIK- NGITIK ING NYOWO
DENE NYOWO IKU DEN SERUPAKKE KOYO SUCO

Ustadzku adalah pembimbing jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pembimbing badanku dan badan bagaikan kerangnya [tempat bagi jiwaku]

رَأَيْتُ اَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ ۞ وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِم
لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُّهْدَى اِلَيهِ كَرَامَـةً ۞ لِتَعْلِيْمِ حَرْفِ وَاحِدٍ اَلْفُ دِرْهَمٍ

AKU WIS NEKODAKE ING LUWIH HAK-HAKE BENER
YOIKU HAKE WONG KANG NUDUHKE BARANG BENER
LAN LUWIH TAK TEKODAKE LUWIH WAJIB DEN REKSO
MUNGGUHE KABEH WONG ISLAM KANG KEPINGIN BISO
GURU WIS MESTI DI HADIAHI SEWU DIRHAM
MULYAKKE KERONO MULANG HURUF SIJI TUR PAHAM

Saya melihat lebih haknya sesuatu yang hak adalah hak dari guru dan bahwa hak seorang guru adalah wajib di laksanakan atas setiap orang islam, sesungguhnya benar sekali memberikan hadiah kepada guru untuk setiap satu huruf yang di ajarkannya seribu dirham

NAFSU HARUS DI HINAKAN

اَرَى لَكَ اَنْ تَشْتَهِىَ اَنْ تُعِزَّهَا ۞ فَلَسْتَ تَنَــالُ الْعِزَّ حَتَّى تُذِلَّهــــاَ

NINGALI INGSUN MARING SIRO KEPINGIN MULYO
MONGKO DAK KASIL MULYO SIRO YEN DURUNG INO

Saya melihat kamu mempunyai nafsu yang ingin engkau muliakan, padahal kamu tidak akan mendapat kemuliaan kecuali dengan menghinakan nafsumu.
۝

JANGAN BERBURUK SANGKA

ﺇذَا سَاءَ فِعْلُ الْمَرْءِ سَاءَ ظُنُوْنُهُ ۞ وَصَـــــدَّقَ مَا يَعْتَــــادُهُ مِنْ تَوَهُّمِ

NALIKO OLO LAKONE WONG OLO NYANANE
LAN BENER NYANANE WONG BENER PENGADATANE

Bila perbuatan seseorang buruk, maka akan buruk pula prasangka-prasangkanya, dan akan dibenarkannya kebiasaan - kebiasaan dari kecurigaannya

فَمَا النَّاسُ اِلاَّ وَاحـِدٌ مِنْ ثَلاَثَةٍ ۞ شَرِيْفٌ وَمَشْرُوْفٌ وَمِثْلٌ مُقَاوِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ فَوْقِىْ فَأَعْرِفُ قَــدْرَهُ ۞ وَاَتْبَــعُ فِيْهِ الْحَــقَّ وَالْحَــقُّ لاَزِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ مِثْلِى فَاِنْ زَلَّ اَوْهَفَـــا ۞ تَفَضَّـلْتُ اِنَّ الْفَضْـلَ بِالْفَخْرِحَــــاكِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ دُوْنِىْ فَاَحْلَمُ دَائِبًـــــــا ۞ أَصُوْنُ بِهِ عِرْضِى وَاِنْ لاَمَ لاَئِمُ

ORA ONO MANUNGSO IKU WUJUD PERKORO
KEJOBO SIFAT SIJI SAKING TELUNG PERKORO
DENE WONG SAK DUWURE AKU WERUH DERAJATE
LAN AKU MANUT HAKE MERGO HAK BARANG MESTI
DENE WONG SAK PADAKU LAMUN WONG IKU KELIRU
PODO UGO IKU WONG KELUPUTAN MARANG AKU
MONGKO AKU AWEH KENUGRAHAN MARANG KANG SALAH
KERONO KENUGRAHAN NGUNGKULI SIFAT BUNGAH
DENE WONG SAK NGISORKU AKU SABAR BIYOSO
NGEREKSO KEWIRANGAN NAJAN AKU DEN WODO

Manusia [yang disekitar kita] hanya salah satu dari tiga [golongn], yaitu orang yang mulia, rendah dan sepadan [dengan kita]. orang yang mulia saya tahu derajatnya dan saya harus mengikuti sesutau yang haq darinya, dan orang yang sepadan dengan kita bila terpeleset atau jatuh maka saya lebih utama darinya, sedangkan orang yang rendah maka saya selalu memberikan kata maaf kepada mereka untuk menjaga kehormatanku walaupun banyak orang yang mencela.
۝

JANGANLAH MENDENDAM

دَعِ الْمَرْءَ لاَتُجْزِ عَلَى سُوْءِ فِعْلِهِ ۞ سَيَكْفِيْهِ مَا فِيْــــهِ وَمَا هُوَ فَاعِلُهُ

NINGGALO SIRO ING WONG SIJI OLO LAKONE
TEGESE OJO MALES OLO KANG DI LAKONI

Jangan hiraukan orang lain [yang berbuat jahat kepadamu] jangan engkau balas perbuatan jahatnya karena dia akan di balas oleh perbuatannya.
۝

WAKTU SANGAT BERNILAI

أَلَيْسَتْ مِنَ الْخُسْرَانِ اَنَّ لَيَالِيَا ۞ تَمُرُّ بِلاَ نَفْعٍ وَتُحْسَبُ مِنْ عُمْرِىْ

ONOTO KABEH DUDU GOLONGANE WONG TUNO
LIWATE KANTHI NGANGGUR DI ITUNG UMUR KITO

Bukankah termasuk kerugian bila malam-malam berlalu tanpa kita manfaatkan sedangkan umurmu terus berkurang?
۝

تَعَـــلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يوْلَدُ عَالِمًــــا ۞ وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ

NGAJIO ILMU SIRO KERONO DAK ONO WON SIJI
IKU DEN ANAAKE KANTHI UWIS MANGERTI
DENE WONG DUWE IILMU MULYANE LAN AGUNGE
DAK PODO WONG KANG BODO INANE LAN ASORE

Belajarlah....! manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan orang berilmu tidak seperti orang yang tidak berilmu
۝

MENCARI KEUTAMAAN

تَغَرَّبْ عَنِ اْلاَوْطَانِ فِى طَلَبِ الْعُلىَ ۞ وَسَـافِرْ فَفِى اْلاَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِـدِ
تَفَــرُّجُ هَــمٍّ وَاكْتِسَـابِ مَعِيْشَــةٍ ۞ وَعِلـــمٌ وَآدَابٌ وَ صُحْبَــةُ مَــاجِدِ
وَاِنْ قِيْـلَ فِى اْلاَسْفَـارِ ذُلٌّ وَغُرْبَــهٌ ۞ وَ قَطْـعُ فَيَـافٍ وَ ارْتِكَابُ شَـــدَائِدَ

LUNGOHO SONGKO DESO PERLU NGUDI KAMULYAN
KERONO LIMANG PERKORO DEN TEMU ING PELUNGAN
SIJI ILANGE SUSAH LORO RIZKINE TAMBAH
KAPING TELU TAMBAH ILMU NYEBABAKE BUNGAH
KAPING PATE BISO BAGUSI ING TOTO KROMO
KAPING LIMO MERKOLEH KONCO KANG MULYO MULYO
SENAJAN ONO ING LELUNGAN NGROSO INO NGUMBORO
LAN JONGKONG ORO-ORO LAN NGELAKONI SENGSORO

Pergilah dari rumahmu untuk mencari keutamaan (mondok), karenadalam kepergianmu ada 5 [lima] faedah, yaitu menghilangkan kesusahan ,mencari bekal hidup, ilmu, tatakrama dan teman sejati. meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta, menembus belantara dan menerjang kepayahan-kepayahan.
۝

MATI LEBIH BAIK DARIPADA JADI ORANG HINA

فَمَوْتُ الْفَتَى خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِهِ ۞ بِدَارِ هَوَانٍ بَيْنَ وَاشٍ وَحَـــاسِدٍ

MATINE WONG ENOM LUWIH APIK TINIMBANG URIP
ING DESO KUMPUL WONG ODO- ODO LAN DRENGKI

Matinya pemuda lebih baik dari pada hidupnya di daerah kehinaan di antara orang-orang ahli mengadu domba dan iri hati.

Senin, 13 Juli 2020

PESANTREN LIRBOYO DAN PESAN UNTUK SANTRI

PESANTREN LIRBOYO 
DAN PESAN UNTUK SANTRI

Sebuah Kenangan 

KH. Dr. (HC) Husein Muhammad

Setelah melalui malam panjang yang tenang di atas bus, diselingi tidur nyenyak beberapa jam, pagi Dhuha, aku tiba di pesantren Lirboyo, Kediri, tempat aku dulu, 49 tahun lalu, belajar mengaji. Ia adalah salah satu pesantren besar di Jawa Timur yang terkenal. Ia masih begitu bersahaja seperti dahulu kala. Kini ia makin besar, dengan area yang makin luas dan makin masyhur. Alumninya yang kini amat terkenal antara lain adalah Kiyai Embah Maimoen Zubair atau mbah Moen, Kiyai Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus (Kiyai Idola, pujaan hati) , dan Kiyai Sa'id Aqil Siradj, ketua umum PBNU itu, Kiyai Mas Subadar (Rois Syuriah PBNU) dan masih banyak lagi. 

Aku melewati masjid Muktamar. Aku bilang kepada isteri dan anak-anakku yang menjemput : "di masjid inilah aku pernah "diadili" para kiyai, ustaz dan santri, sekitar 300 orang, tentang pikiran-pikiranku yang dianggap "liberal". Sebuah kenangan indah yang tak akan aku lupakan sepanjang hidup".

Aku melihat para santri baru, laki-laki dan perempuan, masih berdatangan. Jalanan menuju pesantren ini dipenuhi mobil, besar dan kecil. Para santri dan para tamu lalu lalang di sana.
Aku masuk rumah salah satu pengasuh. Ruang tamu berjubel. Di luar rumah masih banyak yang menunggu giliran masuk, untuk sowan Kiyai/Ibu Nyai atau memohon doa. 

Aku bertanya kepada salah seorang pengasuh tentang jumlah santrinya. Ia bilang kini sekitar 27.000.
Perkembangan yang sangat pesat. 
Pesantren ini masih terus mengaji kitab Tafsir, "al-Kutub al-Sittah" , enam kitab hadits : Sahih Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa-i, Ibnu Majah. Kitab-kitab Fiqh klasik Fath al-Mu'in, Fath al-Wahhab, Al-Mahalli, kitab Ushul Fiqh dan Qa'idah Fiqh : alAsybah wa an-Nazhair, karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi, juga masih dibaca. 

Sampai sekarang Pesantren ini masih menjaga spesialisasinya sebagai pesantren Nahwu-Sharaf-Balaghah (Gramatika dan Sastra Arab). Aku pernah menghafal nazham Alfiyah (1000 bait Ilmu Nahwu) karya Ibnu Malik dari Andalusia, Nazham Jauhar al-Maknun, bait puisi tentang sastra Arab, karya Syeikh Abdurrahman al-Akhdhari. Menghafal kitab Al-Faraid al-Bahiyyah", tentang kaida-kaidah Fiqh. Dan "Sullam Munawraq", kitab mantiq, logika Aristotelian. 

Aku juga belajar Ilmu 'Arudh (not-not nyanyian/syair), karya orisinal Imam Khalil al-Farahidi, guru Imam Sibawaih dan penulis Qamus al-'Ain, kamus bahasa Arab pertama. Juga belajar lmu Falak (astronomi) dll. 

Di tengah perbincangan "ngalor-ngidul" dengan Kiyai Kafabih Mahrus Ali, Nyai Azzah Muhammad (adik kandungku ke 4 dan putra-putrinya yang semuanya hafal Al-Qur'an dan mahir baca kitab kuning, ditambah dua anakku dan tiga ponakanku, aku diminta memberi nasehat. Lalu aku menyampaikan dua puisi : 

إِذَا فَاتَنِيْ يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا #
 وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْماً فَمَاذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ

Bila hariku telah lewat 
Sedang aku tak berbuat apapun
Tak pula menimba ilmu
Lalu apakah makna hidupku
Pada hari itu?.

Jangan biarkan hari-harimu berlalu tanpa makna 
Ia adalah hidupmu
Masa depanmu adalah hari ini mu

Terakhir aku baca puisi yang sering dinyanyikan Gus Dur suatu saat di depan para santri :

ولدتك امك يابن آدم باكيا
والناس حولك يضحكون سرورا
فاجهد لنفسك ان تكون إذا بكوا
في يوم موتك ضاحكا مسرورا

Saat ibu melahirkan mu, wahai anakku
Kau menangis
Sedang orang-orang di sekelilingmu 
Menyambutmu dengan tertawa bahagia

Maka berjuanglah, wahai anakku
Untuk bahagiamu sendiri
Kau tersenyum manis 
saat kau pulang
Sedang mereka berduka-cita

Lirboyo, 13.07.18
13.07.2020
HM

Kamis, 09 Juli 2020

Manaqib kanjeng Nabi Muhammad SAW

Keistimewaan Nabi Muhammad SAW

Syekh Nawawi Al- Banteni dalam Karyanya Maroqiyul Ubudiyah, Syarah Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali menampilkan beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dalam Bahar Basit, sebagai mana berikut : 

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا # وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ

Nabi Toha  (Nabi Muhammad SAW) tidak pernah Ihtilam (mimpi basah) baik sebelum diangkat menjadi Nabi maupun setelahnya. Beliau sama sekali tidak pernah menguap sepanjang masa.

مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ # ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِى جِسْمِـهِ الْحَسَنِ

Tidak ada satupun binatang yang melarikan diri dari beliau. Tidak pernah ada lalat hinggap di tubuh beliau yang mulia.

بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ # وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ

Sesuatu yang ada di belakang beliau, tampak seperti beliau melihat sesuatu itu benar-benar ada di hadapannya. Bekas air kencing beliau tidak pernah terlihat di permukaan bumi.

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ # وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـطِنِ

Hati beliau tidak pernah tidur, meskipun mata beliau mengantuk. Bayangan beliau tidak pernah terlihat ketika beliau dibawah sinar matahari.

كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا # عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

Dua pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari pundak orang-orang yang duduk bersama beliau. Ceritakanlah sifat beliau bahwa beliau telah dikhitan sejak dilahirkan.

هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا # مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

Ini semua merupakan keistimewaan beliau, hendaknya engkau hafalkan bait tersebut, niscaya engkau mendapat perlindungan dari bahaya kebakaran, pencurian dan mushibah.

Senin, 29 Juni 2020

Penghafal Al-Qur'an Keluarga Allah

Tak hanya jadi keluarga Allah SWT, penghafal Al-Qur’an juga mendapat kemuliaan untuk memberikan mahkota kepada kedua orangtua di surga kelak.  Mahkota itu terbuat dari cahaya yang  bisa dilihat oleh seluruh manusia. 
.
Sungguh luar biasa orang-orang yang menghafal Al-Qur’an karena bisa memberikan hadiah terindah kepada para orang tua yang telah melahirkannya, merawatnya, mendidiknya dan membesarkannya. Begitu pula untuk seluruh keluarganya dan orang-orang yang mendukungnya menjadi ahlul Qur’an.
.
“Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR. Al Hakim)

DOA KRASAN MONDOK

DOA UNTUK SANTRI TIDAK KERASAN AGAR KRASAN DI PONDOK

1. Ambil tanah rumah ( tanah tempat nanam puser / baturnya anak )
 Bacakan لا ا له ا لا الله محمد رسول الله , sebanyak 111 kali dan  وله ما سكن فى الليل والنهار وهو السميع العليم sebanyak 41 kali. 

Taruh tanah itu di lokasi pondok..
Jangan lupa sebelumnya ditawasuli dulu..

Tawasul 
1. Ke Pengasuh pondok , 
2. Leluhur anak itu, 
3. Ibu kandung anak.

Ijazah dari ust Mashadi abror

2. ATAU AMALKAN INI AGAR ANAK BETAH DIPONDOK.

Orang tuanya istiqomah wirid di bawah ini :

TAWASUL
-NABI MUHAMMAD SAW
-SYEKH ABDUL QODIR JILANI RA
-KIYAI AMBARI PEMALANG
-NAMA PENGASUH  PESANTREN
- Khusuuson ilaa ( nama anak anda) masing-masing 1x Fatikhah
kmudian stlah itu wiridkan ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
YAA AYYUHALLADZIINA
AAMANUSHBIRUU WASHOOBIRUU WAROOBITHUU
WATTAQULLAAHA LA 'ALAKUM TUFLIHUUN.

jalani tiap malam ba'da shalat hajat dan waktunya bebas.

Sanad ijazah : ust.yusuf anwar pemalang. 

3. DOA AGAR ANAK KRASAN DI PONDOK

وقل جاء الحق وزهق الباطل ان الباطل كان زهوقا

Diwirid 313x tiupkan pada air lalu minumkan

Sanad ijazah : ust.Ahmad Fauzi

Semoga bermanfaat.

Minggu, 14 Juni 2020

5 Rumus Cinta dalam Bait-bait Alfiyyah Ibnu Malik

5 Rumus Cinta dalam Bait-bait Alfiyyah Ibnu Malik 

JejakSantri – Bait-bait Alfiyyah masih asyik untuk diutak-atik agar mendapat makna uniknya. Alfiyyah memang menarik. Buktinya, kitab nazam berjumlah 1002 bait dan berbentuk buku saku setebal 100 halaman ini, disyarahi oleh sekian banyak ulama nahwu. Kitab-kitab yang menjadikan matan Alfiyyah sebagai bahan utama antara lain: Audlah al-Masalik karya Ibnu Hisyam (w.761 H), Syarh Ibnu Aqil, karya Ibnu Aqil (w. 769 H), Manhaj al-Salik karya Al-Asymuni (w. 929 H), Hasyiyah Hasan ibn Ali al-Mudabbighi, Hasyiyah Ahmad ibn Umar al-Asqathi, Hasyiyah al-Hifni, Hasyiyah al-Shabban, dan masih banyak lagi lainnya.
Untuk kali ini, penulis ingin sajikan uraian bait-bait Alfiyyah bertemakan cinta. Ya, terkadang saat jenuh dan pusing, mata mengantuk memahami penjelasan tentang nahwu, kepala para santri akan tegak kembali begitu mendengar makna lain dari sebuah bait, apalagi kalau itu berkaitan dengan cinta. Berikut ini 5 rumus cinta di balik bait-bait Alfiyyah Ibnu Malik:
1. Bait Ke-63(Cari pasangan yang Dekat-dekat Saja)
وَفِي اخْتِيَارٍ لاَ يَجِيء الْمُنْفَصِلْ #  إذَا تَأَتَّى أنْ يَجِيء الْمُتَّصِلْ
• Kalau tidak terpaksa, tak perlu mendatangkan dhamir munfashil 
• Selama masih bisa memakai dhamir muttashil (bait ke-63)
Selain keterangan inti terkait dhamir muttashil dan munfashil, bait ke-63 ini memang multitafsir. Dalam hal makan-minum, ada yang mengartikan lebih baik pakai tangan langsung ketimbang pakai sendok. Selain karena sunah rasul, dalil dari nahwunya juga pakai bait ini. Selagi tangan sendiri (muttashil) masih bisa, tidak perlu pakai sendok (benda munfshil), katanya. Untuk urusan maksimalisasi potensi diri, bait tersebut menyarankan, selain kepada Allah, orang harus berusaha sendiri tanpa minta bantuan orang lain.
Dalam urusan cinta dan pernikahan bait di atas menyarankan, sebaiknya carilah pasangan dari lingkungan terdekat dan sepikiran dengan kita. Misalnya masih satu kampus, satu pesantren, satu kantor, satu kampung, dan seterusnya. Alasannya jelas karena kita lebih paham karakter mereka dari pergaulan setiap hari.
Bagi santri, mencari pasangan dari santri sepesantren terasa asyik karena masih sama-sama satu guru. Sehingga pemikiran dan pemahaman masih selaras. Tetapi kalau sudah keadaan nonikhtiar alias darurat, tak mengapa mencari pasangan dari lingkungan, komunitas, atau daerah lain.
2. Bait Ke-537(Mencari Jodoh Bisa Karena Kenal Sebelumnya, Bisa Juga Tidak)
فَقَدْ يَكُونَانِ مُنَكَّرَيْنِ  #كَمَا يَكُونَانِ مُعَرَّفَيْنِ
• Terkadang ma’thuf dan ma’thuf alaihi sama-sama nakirah
• sebagaimana keduanya sama-sama ma’rifat (bait ke-537)
Fungsi athaf dalam bahasa Indonesia sama seperti kata penghubung. Bait di atas menerangkan bahwa antara kata sebelum dan sesudah penghubung bisa sama-sama berupa isim ma’rifat atau nakirah. Nah, terkait cinta dan jodoh, fenomena ketemu jodoh umumnya dari sama-sama kenal dan akrab. Namun banyak pula yang ketemu jodohnya tanpa diduga dan tanpa perkenalan mendalam sebelumnya. Jadi, tahu-tahu kenal, langsung cepat nikah. Jadi, manakah yang Anda pernah alami?
3. Bait Ke-278-279(Silakan Pilih pasangan yang Pertama atau Kedua)
إِنْ عَامِلاَنِ اقْتَضَيَا فِي اسْمٍ عَمَلْ #  قَبْلُ فَلِلْوَاحِدِ مِنْهُمَا الْعَمَلْ
وَالْثَّانِ أَوْلَى عِنْدَ أَهْلِ الْبَصْرَهْ  # وَاخْتَار عَكْسَاً غَيْرُهُمْ ذَا أسْرَه
• Bila sebelum isim terdapat dua amil 
• Keduanya menuntut beramal pada isim tersebut 
• Maka amal hanya bagi salah satu dari keduanya
• Amil kedua lebih utama beramal menurut Ahli bashrah 
• Sedangkan ulama lain memilih amil pertama yang beramal (bait ke-278-279)
Bagi Anda, perempuan terutama, ketika dihadapkan pada dua atau lebih pilihan lelaki yang “menembak” Anda, terkadang bingung juga. Ke sanalah makna bait ini diarahkan. Silakan mantapkan hati dan pikiran untuk memilih mana yang dirasa paling tepat. Seperti pendapat dua kubu nahwu Basrah dan Kufah. Memilih orang pertama karena ia lebih dahulu mengetuk pintu hati. Atau pilih yang kedua karena lebih baru. Masih hangat-hangatnya. Apa pun itu standar pilihan Anda, jangan tinggalkan ketakwaan sebagai salah satunya. Ajiiib.
4. separuh dari Bait Ke-126(Observasi Dulu Target Anda)
  وَهَلْ فَتَىً فِيْكُمْ فَمَا خِلٌّ لَنَا# … 
• Adakah seorang pemuda di sisimu?
• Kami tak punya kekasih (separuh awal bait ke-126)
Bait di atas adalah contoh dari mubtada yang boleh berupa isim nakirah. Pengecualian dari ketentuan mubtada harus makrifat, karena adanya huruf istifham atau kata tanya di awal kalam.
Dalam konteks percintaan dan pencarian pasangan hidup, agama melarang kita melamar wanita yang telah dilamar oleh orang lain. “… Rasulullah melarang seorang melamar wanita lamaran saudara sesama muslimnya kecuali si pelamar itu meninggalkan atau memberi izin kepadanya,” (H.R. Bukhari).
Demikian pula isyarat dalam bait di atas. Menanyakan sudah adakah kekasih di sisi wanita incaran. Ketika ia memberi lampu hijau, barulah langkah selanjutnya dilaksanakan. Teliti dulu apakah orang yang Anda inginkan untuk menjadi pasangan hidup itu telah memiliki tambatan hati ataukah belum. Sesama muslim tidak diperkenankan main licik. Harus fair play. Hehehe.
5. Bait Ke-266( Cinta Jarak Jauh)
وَعُلْقَةٌ حَاصِلَةٌ بِتَابِعِ #كَعُلْقَةٍ بِنَفْسِ الاِسْمِ الْوَاقِعِ
• Persambungan syaghil dan isim sabiq 
• yang terjadi melalui dhamir yang dibawa kalimat pengikut (tabi’) 
• Mencukupi untuk menjadi penyambung 
• Sebagaimana dhamir penyambung yang ada di isim syaghil sendiri (bait ke 266)
Bab istighal ‘amil an al-ma’mul termasuk bagian yang rumit untuk dijelaskan. Untuk bait ini, coba saya terangkan dengan memakai contoh kata Zaidan dharabtu ghulamahu (si Zaid, saya pukul pembantunya). Kata ganti hu merupakan isim dhamir yang harus ada untuk menghubungkan amil (dharabtu) dengan zaidan sebagai isim sabiq yang semula adalah ma’mul. Keberadaan kata ganti penghubung itu boleh juga menempat pada kata yang menjadi sifat dari kata yang jadi ma’mul fiil. Contoh Zaidan dharabtu ghulaman yadhribuhu (si Zaid, saya pukul pembantu yang memukul Zaid).
Dalam lika liku cinta, terkadang keadaan mengharuskan perpisahan sementara waktu.  Bagi yang masih sekedar ikatan pranikah, tentu lebih sering menggunakan alat lain untuk berkomunikasi. Makna bait di atas untuk hubungan jarak jauh ini adalah, cinta yang tersambung dengan perantara (surat, SMS, telepon) sama bermaknanya dengan kehadiran sepasang kekasih. Karena, hadirnya perantara sama indahnya dengan hadirnya sang kekasih. Sekali lagi, Ajiiib. Wallahu A’lam.

Jumat, 22 Mei 2020

Indikator kebahagiaan menurut Ibnu Abbas

7 Indikator Kebahagian menurut Ibnu Abbas:

Pertama, Qalbun syakirun , hati yang selalu bersyukur.

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Ketiga, al aulad al-abrar, yaitu anak yang soleh.

Keempat, albiatu sholihah, lingkungan yang kondusif, nyaman, aman dan tenang. 

Kelima, al maal al-halal, atau harta yang halal.

Keenam, Tafakuh fi dien,  semangat untuk menuntut ilmu agama.

Ketujuh, al umr al barokah, memiliki umur yang penuh manfaat dan berkah.

Ya Allah, berikan kebahagian pd kami. Alhamdulillah.

Rabu, 08 April 2020

Tata Cara Sholat Tasbih ala Mbah Yai Najmuddin

صلاة تسبيح
   اصلى سنة تسبيح ركعتين مستقبل القبلة ماءموما لله تعالى الله اكبر :
نية اعسون صلاة سنة تسبيح روع ركعة مادف اع قبلة حالى ماءموم كرانا الله تعالى
   باجاان تسبيح :( سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله هو الله اكبر.
*  ركعة اول بعد ماجا الفاتحة ماجا : سورة التكاثر ترس ماجا تسبيح15x
* ركعة الثانى بعد الفاتحة ماجا: العصر ترس ماجا تسبيح 15x
* لان وونتن سابن_سابن ركن لان لوعكوه استرحة ماجا تسبيح15x
* الوك سلام*
* تراس صلاة ماليه
* ركعة اول بعد الفاتحة ماجا : سورة  الكافرون ترس ماجا تسبيح15x 
* ركعة ثانى بعد الفاتحة ماجا : سورة الإخلاص تراس ماجا تسبيح 15x
* لان وونتن سابن_سابن ركن لان لوعكوه استرحة ماجا تسبيح15x
*تراس سلام.

        ويردان بعد صلاة تسبيح 
  * مادف عولون ماجا الفاتحة 11x
*مادف عالور ماجا سورة الإخلاص 11x
*مادف عيتان ماجا : " نصر من الله وفتح قريب وبشر المؤمنين 11x
*مادف عيدول ماجا اية كرسي 11x
*ماليك ماليه كاليه ماجا : " حسبناالله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير ولا حولا ولا قوة الا بالله العلى العظيم 
* ماجا "يالله ياعلى ياعظيم
* ذكر " لااله الاالله "

*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...